0 Comments

Setir yang terasa sedikit bergetar ketika melewati jalan rusak tentu merupakan hal yang berbeda dengan getaran yang terus muncul ketika kendaraan melaju di permukaan jalan yang relatif mulus.

Pada kondisi normal, setir seharusnya terasa cukup stabil. Pengemudi memang masih dapat merasakan respons dari permukaan jalan, tetapi getaran yang muncul secara konsisten pada kecepatan tertentu dapat menjadi tanda bahwa ada bagian kendaraan yang perlu diperiksa.

Menariknya, penyebab setir mobil bergetar tidak selalu berasal dari sistem kemudi. Ban, roda, sistem pengereman, alignment, hingga komponen kaki-kaki dapat ikut memengaruhi apa yang dirasakan pengemudi melalui steering wheel.

Karena itu, langkah pertama bukan langsung mengganti komponen, melainkan mengenali kapan getaran muncul dan bagaimana karakter getarannya.

Perhatikan Kapan Setir Mulai Bergetar

Sebelum mencari penyebab, perhatikan polanya.

Apakah setir mulai bergetar ketika mobil mencapai kecepatan tertentu?

Apakah getaran hanya muncul saat melakukan pengereman?

Apakah terasa ketika kendaraan baru mulai bergerak?

Atau getaran terjadi hampir sepanjang perjalanan?

Informasi sederhana tersebut dapat membantu mempersempit area yang perlu diperiksa.

Getaran pada kecepatan tinggi belum tentu memiliki penyebab yang sama dengan getaran saat pedal rem diinjak.

1. Roda Membutuhkan Balancing

Salah satu penyebab yang cukup sering dikaitkan dengan getaran pada kecepatan tertentu adalah ketidakseimbangan roda.

Ban dan velg merupakan komponen yang berputar dengan kecepatan tinggi.

Distribusi massa yang tidak seimbang dapat menghasilkan getaran ketika roda berputar.

Untuk mengoreksinya, teknisi menggunakan mesin balancing dan memasang wheel weight pada titik tertentu.

Jika masalah memang berasal dari ketidakseimbangan roda, balancing yang tepat dapat membantu mengurangi getaran.

Apa Itu Balancing Ban?

Balancing bertujuan memastikan distribusi massa pada kombinasi ban dan roda berada dalam kondisi yang sesuai.

Mesin akan memutar roda dan mendeteksi bagian yang membutuhkan koreksi.

Teknisi kemudian menambahkan pemberat kecil sesuai hasil pengukuran.

Balancing bukan hal yang sama dengan spooring atau wheel alignment.

Keduanya menangani aspek yang berbeda.

Balancing berkaitan dengan keseimbangan roda ketika berputar, sedangkan alignment berkaitan dengan sudut roda terhadap spesifikasi kendaraan.

2. Tekanan Ban Tidak Sesuai

Tekanan ban juga perlu diperiksa.

Ban dengan tekanan terlalu rendah atau terdapat perbedaan tekanan yang cukup besar antar roda dapat memengaruhi karakter kendaraan.

Gunakan alat pengukur tekanan.

Jangan hanya melihat bentuk ban dari luar.

Ikuti rekomendasi tekanan kendaraan yang biasanya terdapat pada label di area pintu, fuel door pada beberapa kendaraan, atau buku manual.

Tekanan maksimum pada sidewall ban bukan otomatis tekanan yang harus digunakan sehari-hari.

3. Ban Mengalami Keausan Tidak Merata

Perhatikan permukaan ban.

Apakah tread aus secara merata?

Atau satu bagian terlihat jauh lebih tipis?

Keausan tidak merata dapat berkaitan dengan tekanan, alignment, kondisi suspensi, penggunaan, atau faktor lainnya.

Jika ban sudah menunjukkan ciri ban mobil harus diganti, jangan hanya melakukan balancing kemudian menganggap masalah selesai.

Kondisi fisik ban tetap perlu menjadi pertimbangan.

4. Ban Mengalami Kerusakan

Ban dapat mengalami berbagai bentuk kerusakan.

Benjolan, deformasi, kerusakan struktur, atau kondisi tidak normal lainnya dapat menyebabkan kendaraan terasa berbeda ketika bergerak.

Kerusakan ban merupakan hal yang perlu ditangani dengan serius karena ban menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang langsung berinteraksi dengan permukaan jalan.

Jika menemukan benjolan atau kerusakan yang mencurigakan, lakukan pemeriksaan.

Jangan terus menggunakan kendaraan dalam kecepatan tinggi untuk “menguji apakah getarannya hilang”.

5. Velg Bengkok

Benturan dengan lubang jalan atau objek keras dapat memengaruhi kondisi velg.

Jika velg tidak lagi berputar dengan benar, getaran dapat muncul.

Kerusakan tidak selalu terlihat jelas ketika roda masih terpasang.

Pemeriksaan menggunakan peralatan dapat membantu melihat apakah roda mengalami runout atau perubahan bentuk.

Tingkat kerusakan menentukan apakah velg masih dapat ditangani atau perlu diganti.

6. Lumpur atau Kotoran pada Roda

Tidak semua penyebab setir mobil bergetar harus berupa kerusakan besar.

Pada kondisi tertentu, lumpur atau material lain yang menempel tidak merata pada roda dapat memengaruhi keseimbangan.

Hal seperti ini lebih mungkin terjadi setelah kendaraan melewati jalan berlumpur atau kondisi tertentu.

Periksa roda dan bersihkan jika terdapat penumpukan kotoran.

Jika getaran tetap ada setelah roda bersih, lanjutkan pemeriksaan pada bagian lain.

7. Wheel Alignment Tidak Sesuai

Alignment yang berubah dapat memengaruhi handling dan pola keausan ban.

Gejala yang dirasakan dapat berbeda.

Misalnya kendaraan cenderung menarik ke satu sisi atau ban mengalami keausan tidak merata.

Getaran bukan satu-satunya indikator alignment.

Karena itu, jangan langsung melakukan spooring hanya berdasarkan satu gejala.

Periksa kondisi kendaraan secara keseluruhan.

Apa Bedanya Spooring dan Balancing?

Dua istilah ini sering disebut bersamaan sehingga terkadang dianggap sama.

Padahal berbeda.

Balancing berhubungan dengan keseimbangan massa roda ketika berputar.

Spooring atau wheel alignment berhubungan dengan pengaturan sudut roda berdasarkan spesifikasi kendaraan.

Sebuah mobil bisa membutuhkan balancing tanpa membutuhkan koreksi alignment.

Bisa juga sebaliknya.

Pemeriksaan menentukan pekerjaan mana yang diperlukan.

8. Getaran Hanya Muncul Saat Kecepatan Tinggi

Jika setir bergetar saat kecepatan tinggi tetapi relatif tenang pada kecepatan rendah, roda dan ban menjadi beberapa bagian yang layak diperiksa.

Catat rentang kecepatannya.

Misalnya getaran mulai terasa sekitar 80 km/jam dan berkurang pada kecepatan lain.

Informasi seperti ini sangat membantu teknisi.

Namun, jangan sengaja meningkatkan kecepatan hanya untuk mencari titik getaran jika kondisi kendaraan terasa tidak aman.

9. Getaran Muncul Ketika Mengerem

Kasus ini berbeda.

Jika setir normal saat cruising tetapi mulai bergetar ketika pedal rem diinjak, sistem pengereman perlu ikut diperiksa.

Rotor atau disc brake dapat mengalami perubahan kondisi yang menyebabkan variasi ketika pengereman berlangsung.

Namun, diagnosis tetap tidak boleh hanya berdasarkan sensasi setir.

Kalau sebelumnya sudah muncul ciri kampas rem mobil habis, sampaikan juga informasi tersebut saat melakukan pemeriksaan.

Semakin lengkap gejalanya, semakin mudah mencari sumber masalah.

10. Permukaan Rotor Tidak Normal

Rotor bekerja bersama brake pad untuk menghasilkan gesekan.

Seiring penggunaan, kondisi permukaannya dapat berubah.

Variasi ketebalan, runout, atau kondisi lainnya dapat menghasilkan pulsasi ketika rem digunakan.

Pengemudi mungkin merasakannya pada pedal atau setir.

Pemeriksaan perlu mengacu pada spesifikasi kendaraan.

Jangan langsung membubut rotor tanpa mengukur ketebalan dan kondisinya.

Rotor memiliki batas minimum yang harus diperhatikan.

11. Komponen Suspensi Mulai Aus

Suspensi terdiri dari banyak komponen.

Bushing, ball joint, control arm, shock absorber, dan berbagai bagian lain bekerja untuk menjaga roda tetap terkontrol.

Jika terdapat kelonggaran atau keausan pada komponen tertentu, karakter handling dapat berubah.

Getaran mungkin menjadi salah satu gejala.

Namun, biasanya perlu dilihat bersama tanda lain seperti bunyi, handling yang berubah, atau keausan ban.

12. Tie Rod Perlu Diperiksa

Tie rod menjadi bagian dari sistem steering yang membantu meneruskan gerakan kemudi menuju roda.

Kondisi sambungan dan komponennya penting untuk kontrol kendaraan.

Jika terdapat kelonggaran atau keausan, pengemudi dapat merasakan perubahan pada steering.

Pemeriksaan tie rod biasanya dilakukan dengan melihat adanya play dan kondisi fisik komponen.

Karena berkaitan dengan kemudi, masalah pada bagian ini tidak sebaiknya diabaikan.

13. Ball Joint Mengalami Keausan

Ball joint memungkinkan gerakan tertentu pada sistem suspensi sambil mempertahankan hubungan antar komponen.

Keausan dapat menghasilkan kelonggaran.

Gejalanya bisa berupa bunyi, perubahan handling, atau karakter roda yang tidak normal.

Namun, ball joint tidak dapat divonis rusak hanya karena setir bergetar.

Teknisi perlu memeriksa kondisi fisiknya.

Jika memang ditemukan kelonggaran di luar spesifikasi, lakukan penanganan sesuai kebutuhan.

14. Wheel Bearing Bermasalah

Wheel bearing memungkinkan roda berputar dengan gesekan yang rendah sekaligus menopang beban.

Bearing yang mengalami masalah dapat menghasilkan suara atau perubahan karakter ketika kendaraan bergerak.

Pada beberapa kasus, suara dapat berubah mengikuti kecepatan atau ketika kendaraan berbelok.

Getaran juga mungkin muncul tergantung tingkat masalah.

Wheel bearing merupakan komponen yang sebaiknya diperiksa jika terdapat gejala relevan.

15. Shock Absorber Tidak Bekerja Optimal

Shock absorber membantu mengendalikan gerakan suspensi.

Jika kemampuannya menurun, roda dapat kehilangan kontrol yang baik terhadap permukaan jalan pada kondisi tertentu.

Mobil mungkin terasa lebih memantul.

Handling juga dapat berubah.

Namun, shock absorber tidak selalu menjadi penyebab utama setir bergetar.

Lihat apakah terdapat gejala lain seperti kebocoran, bouncing berlebihan, atau perubahan kestabilan.

16. Engine Mounting Bisa Menimbulkan Getaran

Bagaimana jika getaran muncul ketika mobil diam?

Kalau kendaraan berhenti tetapi mesin menyala dan getaran terasa sampai ke setir, penyebabnya mungkin berbeda dari masalah roda.

Engine mounting membantu menahan mesin sekaligus meredam getaran.

Kondisi mounting yang berubah dapat membuat getaran mesin lebih banyak diteruskan ke bodi.

Namun, mesin yang tidak bekerja normal juga dapat menghasilkan getaran.

Karena itu, perlu dibedakan antara getaran saat kendaraan bergerak dan saat diam.

17. Mesin Tidak Bekerja Halus

Misfire atau masalah mesin tertentu dapat membuat mesin bergetar.

Getaran kemudian terasa pada kabin dan setir.

Biasanya terdapat gejala tambahan.

Idle mungkin tidak stabil.

Performa berkurang.

Lampu check engine dapat menyala.

Jika getaran muncul saat mobil berhenti dan putaran mesin terasa tidak normal, pemeriksaan mesin menjadi lebih relevan dibanding langsung melakukan balancing.

18. Getaran Setelah Mengganti Ban

Kalau setir mulai bergetar tepat setelah mengganti ban, kembali periksa pekerjaan pada roda.

Pastikan roda terpasang dengan benar.

Balancing juga perlu sesuai.

Ban baru sendiri bukan jaminan bahwa seluruh assembly otomatis seimbang.

Jika gejala baru muncul setelah pekerjaan tertentu, informasi waktunya penting untuk proses diagnosis.

19. Getaran Setelah Menghantam Lubang

Benturan keras dengan lubang dapat memengaruhi beberapa bagian sekaligus.

Ban bisa mengalami kerusakan.

Velg dapat berubah bentuk.

Alignment dapat bergeser.

Komponen suspensi juga dapat menerima beban.

Setelah benturan kuat, perhatikan apakah kendaraan menunjukkan perubahan.

Jika setir tiba-tiba bergetar atau mobil menarik ke satu sisi, lakukan pemeriksaan.

20. Jangan Lupakan Mur Roda

Roda harus dipasang menggunakan prosedur dan torque yang sesuai spesifikasi kendaraan.

Pemasangan yang tidak benar dapat menimbulkan masalah serius.

Jika roda baru dilepas untuk pekerjaan servis dan kemudian muncul gejala aneh, kondisi pemasangan perlu diperiksa.

Jangan mencoba mengencangkan secara sembarangan dengan tenaga sebesar mungkin.

Gunakan prosedur serta torque specification yang tepat.

21. Apakah Setir Bergetar Selalu Berbahaya?

Tingkat risikonya bergantung pada penyebab.

Masalah balancing ringan berbeda dengan kerusakan ban atau komponen steering yang serius.

Masalahnya, pengemudi tidak selalu dapat mengetahui penyebab hanya dari sensasi getaran.

Karena itu, getaran yang baru muncul dan berlangsung konsisten sebaiknya diperiksa.

Terlebih jika semakin kuat atau disertai perubahan handling.

22. Jangan Membiasakan Diri dengan Getaran

Perubahan kendaraan terkadang terjadi secara perlahan.

Karena menggunakannya setiap hari, pengemudi akhirnya terbiasa.

Getaran yang awalnya terasa aneh menjadi dianggap normal.

Cobalah tetap peka terhadap perubahan.

Mobil yang tadinya halus kemudian mulai bergetar merupakan informasi penting.

Semakin cepat perubahan dikenali, semakin mudah menentukan kapan masalah mulai muncul.

23. Perhatikan Kondisi Ban Secara Rutin

Tidak perlu menunggu setir bergetar untuk memeriksa ban.

Lihat tekanan.

Periksa tread.

Cari kerusakan pada sidewall.

Perhatikan apakah terdapat benda asing.

Pemeriksaan visual sederhana dapat dilakukan secara rutin.

Ban juga berkaitan dengan pengereman, handling, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar.

Karena itu, kondisinya memberikan pengaruh luas terhadap kendaraan.

24. Rotasi Ban Bisa Membantu Menjaga Pola Keausan

Produsen kendaraan dapat memberikan rekomendasi mengenai rotasi ban.

Pola rotasi bergantung pada jenis ban, drivetrain, ukuran roda, dan konfigurasi kendaraan.

Rotasi membantu mengelola pola keausan agar lebih merata dalam kondisi yang sesuai.

Namun, ban dengan konfigurasi tertentu mungkin memiliki aturan berbeda.

Ikuti manual kendaraan dan spesifikasi ban.

25. Jangan Asal Mengganti Komponen

Setir bergetar lalu langsung ganti tie rod.

Belum hilang, ganti shock absorber.

Masih bergetar, baru balancing.

Pendekatan seperti ini bisa menghabiskan biaya tanpa menyelesaikan masalah secara efisien.

Lebih baik lakukan diagnosis berdasarkan gejala.

Mulai dari pemeriksaan yang relevan.

Kondisi ban dan roda relatif mudah diperiksa.

Kemudian lanjutkan berdasarkan hasil.

26. Catat Kecepatan Saat Getaran Muncul

Informasi ini sangat berguna.

Misalnya:

“Mulai terasa di 70 km/jam.”

“Paling kuat sekitar 90 km/jam.”

“Hanya muncul ketika mengerem dari kecepatan tinggi.”

“Atau terasa bahkan ketika mobil diam.”

Deskripsi seperti itu jauh lebih membantu daripada hanya mengatakan “setirnya getar”.

Semakin spesifik gejala, semakin terarah proses diagnosis.

27. Perhatikan Apakah Getaran Berubah Saat Berbelok

Pada beberapa masalah, karakter suara atau getaran dapat berubah ketika beban kendaraan berpindah saat berbelok.

Catat jika hal tersebut terjadi.

Namun, jangan melakukan manuver agresif hanya untuk pengujian.

Observasi cukup dilakukan selama penggunaan normal dan aman.

Jika kendaraan terasa tidak stabil, kurangi penggunaan dan lakukan pemeriksaan.

28. Periksa Sebelum Perjalanan Jauh

Getaran kecil yang terasa di perjalanan kota dapat menjadi sangat mengganggu ketika kendaraan digunakan ratusan kilometer.

Sebelum perjalanan jauh, periksa kondisi roda, ban, rem, steering, dan suspensi jika sudah terdapat gejala.

Jangan menunggu sampai hari keberangkatan.

Berikan waktu untuk pemeriksaan dan perbaikan jika memang dibutuhkan.

29. Mobil Jarang Digunakan Juga Bisa Mengalami Perubahan

Kendaraan yang lama diam tetap dapat mengalami perubahan kondisi.

Tekanan ban dapat berkurang.

Ban menahan beban kendaraan pada satu posisi dalam waktu lama.

Permukaan rem dapat mengalami korosi ringan.

Karena itu, mobil jarang dipakai sebaiknya diperiksa sebelum kembali digunakan secara intensif.

Jika muncul getaran setelah mobil lama terparkir, jangan langsung menganggapnya normal.

30. Kapan Harus Segera Berhenti Menggunakan Mobil?

Jika getaran sangat kuat, kendaraan sulit dikendalikan, ban terlihat rusak, roda terasa tidak normal, atau muncul suara keras bersamaan dengan perubahan handling, jangan memaksakan perjalanan.

Cari lokasi berhenti yang aman jika kondisi memungkinkan.

Kemudian lakukan pemeriksaan atau gunakan bantuan profesional.

Keselamatan lebih penting daripada mencoba mencapai bengkel dengan kendaraan yang kondisinya tidak dapat dipastikan.

Mulai Pemeriksaan dari Gejalanya

Mengetahui penyebab setir mobil bergetar tidak berarti pengemudi harus mampu menentukan sendiri komponen yang rusak.

Yang paling berguna adalah mengenali polanya.

Bergetar pada kecepatan tertentu? Periksa roda dan ban sebagai salah satu langkah awal.

Bergetar ketika mengerem? Sistem pengereman perlu ikut diperiksa.

Bergetar ketika mobil diam? Mesin dan mounting menjadi area yang lebih relevan.

Muncul setelah menghantam lubang? Ban, velg, alignment, serta kaki-kaki layak mendapatkan perhatian.

Pendekatan seperti ini membuat pemeriksaan lebih terarah daripada mengganti komponen berdasarkan tebakan.

Jangan Abaikan Perubahan pada Steering

Setir merupakan salah satu sumber feedback utama antara kendaraan dan pengemudi.

Perubahan yang terasa melalui steering wheel dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi roda, ban, rem, maupun kaki-kaki.

Karena itu, setir mobil bergetar secara konsisten bukan sesuatu yang sebaiknya dianggap normal begitu saja.

Periksa dari bagian paling sederhana, catat kapan getaran muncul, dan lakukan diagnosis jika gejalanya terus berlangsung.

Dengan ban, roda, rem, steering, dan suspensi yang berada dalam kondisi baik, kendaraan bukan hanya terasa lebih nyaman tetapi juga lebih mudah dikendalikan.

Melalui TUA Automobile, kami akan terus membahas perawatan mobil, mesin, ban, rem, kaki-kaki, AC, serta berbagai gejala kendaraan yang sering ditemui dalam penggunaan sehari-hari.

Related Posts