Ban merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang secara langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Meski begitu, kondisinya sering baru diperhatikan ketika ban bocor, terasa kurang nyaman, atau sudah terlihat sangat aus.
Padahal, ada beberapa ciri ban mobil harus diganti yang bisa mulai diperhatikan sebelum kondisinya semakin buruk. Beberapa tandanya bahkan dapat terlihat melalui pemeriksaan sederhana sebelum kendaraan digunakan.
Memeriksa ban secara rutin menjadi kebiasaan yang baik, terutama jika mobil sering digunakan untuk perjalanan jauh atau justru lebih banyak terparkir dalam waktu lama.
1. Alur Ban Sudah Semakin Tipis
Permukaan ban memiliki pola atau alur yang dirancang untuk membantu ban bekerja pada berbagai kondisi jalan.
Seiring pemakaian, bagian tersebut akan mengalami keausan.
Semakin sering kendaraan digunakan, semakin banyak pula gesekan yang terjadi antara ban dan permukaan jalan.
Karena itu, kondisi tapak menjadi salah satu bagian pertama yang perlu diperiksa.
Banyak ban memiliki indikator keausan atau Tread Wear Indicator (TWI) pada bagian alurnya. Ketika permukaan tapak sudah mendekati indikator tersebut, kondisi ban perlu mendapatkan perhatian.
Jangan hanya melihat satu titik.
Periksa beberapa bagian permukaan karena keausan tidak selalu terjadi secara merata.
2. Permukaan Ban Aus Tidak Merata
Ban yang masih memiliki alur bukan berarti otomatis berada dalam kondisi ideal.
Perhatikan apakah keausannya merata.
Ada ban yang bagian tengahnya lebih cepat habis. Ada pula yang mengalami keausan lebih besar pada sisi dalam atau luar.
Keausan tidak merata dapat berkaitan dengan berbagai faktor, seperti tekanan udara, kondisi suspensi, alignment, pola penggunaan kendaraan, atau faktor lainnya.
Kalau pola keausannya terlihat tidak normal, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan.
Selain kondisi ban, penyebab keausan juga perlu dicari agar masalah yang sama tidak kembali terjadi pada ban pengganti.
3. Muncul Retakan pada Permukaan atau Dinding Ban
Retakan menjadi salah satu kondisi fisik yang relatif mudah dilihat.
Periksa area tapak dan dinding samping ban.
Retakan kecil dapat muncul seiring bertambahnya usia dan paparan lingkungan. Namun, jika retakan terlihat semakin banyak, dalam, atau terdapat kerusakan lain pada dinding ban, jangan mengabaikannya.
Kondisi karet dapat berubah seiring waktu meskipun kendaraan tidak digunakan setiap hari.
Inilah salah satu alasan mobil yang jarang digunakan tetap membutuhkan pemeriksaan ban secara berkala.
4. Ada Benjolan pada Dinding Ban
Benjolan pada sidewall atau dinding ban perlu mendapatkan perhatian serius.
Jika menemukan bagian ban yang menonjol tidak seperti permukaan lainnya, jangan menganggapnya hanya masalah penampilan.
Kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya kerusakan pada struktur internal ban.
Ban merupakan komponen keselamatan sehingga kerusakan struktural tidak sebaiknya dianggap sepele.
Jika menemukan benjolan, hindari perjalanan yang tidak diperlukan dan minta ban diperiksa oleh teknisi atau toko ban yang kompeten.
5. Ban Sering Kehilangan Tekanan Udara
Tekanan udara ban memang dapat berubah dari waktu ke waktu.
Namun, jika satu ban terus kehilangan tekanan jauh lebih cepat dibandingkan ban lainnya, perlu dicari penyebabnya.
Kemungkinan penyebabnya beragam.
Bisa terdapat kebocoran kecil, masalah pada valve, kerusakan pada ban, atau faktor lain.
Daripada terus menambahkan udara tanpa mengetahui sumber masalah, lakukan pemeriksaan.
Kebocoran kecil yang dibiarkan dapat menjadi masalah saat kendaraan digunakan dalam perjalanan.
6. Mobil Mulai Terasa Bergetar
Getaran saat berkendara tidak selalu berasal dari ban.
Namun, kondisi ban merupakan salah satu bagian yang layak diperiksa ketika muncul getaran yang sebelumnya tidak terasa.
Ban yang mengalami keausan tidak merata, kerusakan, atau masalah keseimbangan dapat memengaruhi kenyamanan kendaraan.
Kecepatan saat getaran muncul juga bisa memberikan informasi kepada teknisi ketika melakukan pemeriksaan.
Karena penyebab getaran dapat berasal dari berbagai komponen, jangan langsung membeli ban baru hanya berdasarkan satu gejala.
Lakukan pemeriksaan untuk menemukan sumbernya.
7. Kendaraan Terasa Berbeda Saat Dikendarai
Pemilik kendaraan biasanya cukup mengenal karakter mobilnya sendiri.
Karena itu, perubahan kecil terkadang lebih mudah dirasakan oleh orang yang menggunakan mobil setiap hari.
Misalnya kendaraan terasa kurang stabil, muncul suara yang sebelumnya tidak ada, atau responsnya terasa berbeda.
Perubahan tersebut belum tentu menjadi ciri ban mobil harus diganti, tetapi cukup menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan.
Perhatikan tekanan ban, kondisi permukaan, dan apakah terdapat kerusakan fisik.
Kalau semuanya terlihat normal tetapi masalah tetap terasa, pemeriksaan profesional dapat membantu menemukan penyebabnya.
8. Ban Sudah Lama Digunakan
Usia ban juga perlu diperhatikan.
Ban tidak hanya mengalami perubahan akibat jarak tempuh. Material karet juga dapat mengalami penuaan seiring waktu dan kondisi lingkungan.
Karena itu, kendaraan dengan kilometer rendah belum tentu memiliki ban yang masih optimal apabila bannya sudah berusia lama.
Tanggal produksi ban biasanya dapat diketahui melalui kode yang terdapat pada sidewall.
Namun, keputusan mengganti ban sebaiknya tidak hanya berdasarkan satu angka usia.
Kondisi fisik, rekomendasi produsen kendaraan dan ban, riwayat penggunaan, penyimpanan, serta hasil pemeriksaan perlu dipertimbangkan bersama.
9. Mobil Jarang Digunakan Bukan Berarti Ban Tidak Bermasalah
Mobil yang lebih sering berada di garasi tetap membutuhkan pemeriksaan ban.
Tekanan udara dapat berkurang seiring waktu dan bagian ban yang menahan beban kendaraan berada pada posisi relatif sama ketika mobil terparkir lama.
Paparan panas, kelembapan, dan kondisi penyimpanan juga dapat memengaruhi komponen kendaraan.
Karena itu, mobil jarang dipakai tetap perlu diperiksa sebelum kembali digunakan, termasuk bagian ban.
Jangan hanya melihat apakah ban masih terlihat tebal.
Periksa tekanan dan kondisi fisiknya juga.
10. Ban Pernah Mengalami Benturan Keras
Lubang jalan, trotoar, atau benda lain dapat memberikan benturan cukup besar pada ban dan roda.
Setelah mengalami benturan keras, perhatikan apakah muncul perubahan.
Misalnya getaran baru, tekanan udara berkurang, kerusakan sidewall, atau bentuk ban terlihat berbeda.
Tidak semua kerusakan langsung terlihat dari luar.
Jika benturannya cukup kuat dan kendaraan terasa berbeda setelah kejadian tersebut, pemeriksaan menjadi pilihan yang lebih aman.
Apakah Semua Ban Harus Diganti Bersamaan?
Tidak selalu sesederhana itu.
Keputusan mengganti satu, dua, atau lebih banyak ban bergantung pada konfigurasi kendaraan, kondisi ban lainnya, sistem penggerak, rekomendasi produsen, dan tingkat perbedaan keausan.
Pemasangan ban baru juga perlu memperhatikan ukuran dan spesifikasi yang sesuai.
Untuk kendaraan tertentu, perbedaan kondisi ban yang terlalu besar dapat menjadi pertimbangan tambahan.
Karena itu, gunakan spesifikasi yang direkomendasikan produsen kendaraan dan konsultasikan dengan teknisi apabila tidak yakin.
Jangan Lupa Memeriksa Tekanan Ban
Pemeriksaan fisik sebaiknya dibarengi dengan pemeriksaan tekanan.
Gunakan rekomendasi tekanan ban dari produsen kendaraan, yang biasanya dapat ditemukan pada label kendaraan atau buku manual.
Jangan otomatis menggunakan angka maksimum yang tercetak pada sidewall ban sebagai target tekanan kendaraan.
Tekanan yang sesuai membantu ban bekerja sebagaimana dirancang dan juga memengaruhi kenyamanan serta pola keausannya.
Lakukan pemeriksaan ketika kondisi ban sesuai dengan petunjuk kendaraan atau alat pengukur yang digunakan.
Ban Cadangan Juga Perlu Diperiksa
Ada satu ban yang sering benar-benar terlupakan: ban cadangan.
Karena hampir tidak pernah terlihat, banyak orang baru memeriksanya ketika sedang membutuhkan.
Masalahnya, ban cadangan juga dapat kehilangan tekanan dan mengalami perubahan kondisi seiring waktu.
Bayangkan mengalami ban bocor dalam perjalanan kemudian menemukan ban cadangan ternyata tidak siap digunakan.
Karena itu, masukkan ban cadangan dalam pemeriksaan rutin kendaraan.
Periksa Bersamaan dengan Komponen Lain
Pemeriksaan kendaraan sebaiknya tidak hanya fokus pada satu komponen.
Ketika mengecek ban, gunakan kesempatan tersebut untuk memperhatikan kondisi kendaraan secara umum.
Jika kendaraan sulit dinyalakan misalnya, kenali juga ciri aki mobil mulai lemah dan lakukan pemeriksaan pada sistem terkait.
Untuk perjalanan jauh, pemeriksaan ban, aki, cairan kendaraan, lampu, dan komponen penting lainnya dapat dilakukan sebelum keberangkatan.
Pendekatan seperti ini lebih efektif dibanding menunggu masalah muncul satu per satu.
Jangan Menunggu Sampai Ban Benar-Benar Rusak
Mengenali ciri ban mobil harus diganti membantu pemilik kendaraan mengetahui kapan kondisi ban membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Alur yang sudah menipis, keausan tidak merata, retakan, benjolan, tekanan yang terus berkurang, serta perubahan ketika kendaraan dikendarai merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Namun, jangan menentukan kondisi ban hanya berdasarkan satu tanda.
Periksa secara menyeluruh dan gunakan rekomendasi produsen kendaraan maupun ban sebagai acuan. Jika menemukan kerusakan yang mencurigakan atau tidak yakin apakah ban masih layak digunakan, mintalah pemeriksaan dari teknisi yang kompeten.
Melalui TUA Automobile, kami akan terus menghadirkan informasi sederhana mengenai perawatan mobil, komponen kendaraan, berkendara, dan berbagai pembahasan otomotif yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
